Another Templates


Breaking News

Blogger Themes

Recent Posts

3/recent/post-list

Recent Posts

Blogger Tricks

TUGAS UNTUK KELAS IX - D Jum'at, 23 Oktober 2026 Jam 1 - 2 ( Jam 08.10 - 09.30 )

Cakupan Kemampuan dari Literasi Finansial


Bacalah dengan seksama dan fahami materi di bawah ini!

Jadi seperti apa perwujudan dari literasi finansial? Apa contoh tindakan yang bisa kita lakukan untuk menerapkan literasi finansial? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa melihat arahan pemerintah dalam program Gerakan Literasi Nasional di bidang literasi finansial. Berdasarkan arahan tersebut, kalian sebagai pelajar dapat mempelajari dan mengembangkan kemampuan literasi finansial dalam enam cakupan berikut: 

a. Memiliki Pemahaman tentang Transaksi Ekonomi dan BeragamJenis Praktiknya
Seseorang yang memiliki kemampuan literasi finansial setidaknya dapat memahami dengan baik informasi mengenai pengetahuan dasar dalam melakukan kegiatan ekonomi seperti yang telah kita pelajari di kelas
sebelumnya hingga di tema ini. Hal-hal tersebut seperti memahami kegiatan pokok ekonomi (produksi-distribusi-konsumsi), jenis-jenis kebutuhan (primer-sekunder-tersier), sistem perdagangan, peran uang dan lembaga keuangan, sistem dan alat pembayaran modern, hingga dampak perkembangan teknologi terhadap transaksi perdagangan. Pengetahuan umum ini dapat menjadi bekal utama seseorang untuk mengembangkan kemampuannya dalam literasi finansial.

b. Mengenali Pemasukan (Earning)
Pemasukan atau penghasilan adalah sejumlah uang yang didapatkan dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kita dapat mengenali dari mana saja penghasilan yang didapatkan dan berapa
rincian jumlahnya. Bagi orang yang sudah bekerja, penghasilan dapat dilihat secara kotor dan bersih. Penghasilan kotor adalah penghasilan yang belum dipotong oleh berbagai keperluan seperti pajak, asuransi, cicilan pinjaman, dan sebagainya. Sementara penghasilan bersih adalah penghasilan yang diterima setelah dikurangi potongan-potongan tersebut. Kalian sebagai pelajar sekolah atau orang yang belum resmi bekerja juga perlu memahami tentang hal ini. Penghasilan yang didapatkan dari orang tua atau kerja sambilan perlu dikenali jumlah persisnya agar kita dapat mengelolanya lebih lanjut.

c. Mengelola Pengeluaran (Spending)
Setelah mengetahui rincian dan jumlah pasti penghasilan, maka kemampuan yang diperlukan selanjutnya adalah mengelola pengeluaran dengan cara membuat anggaran belanja. Meski sudah sering kita dengar, nyatanya hanya sedikit orang yang secara konsisten dapat mempraktikkan kemampuan ini. Padahal membuat anggaran belanja merupakan hal penting untuk memastikan agar kita bisa berbelanja dan menghabiskan uang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Anggaran belanja digunakan untuk merencanakan berbagai pengeluaran jangka pendek dan jangka
panjang. Pengeluaran jangka pendek adalah pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dalam satu atau beberapa hari, seperti membayar ongkos kendaraan umum atau membeli makan siang. Sementara pengeluaran jangka panjang adalah pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu lama, seperti membayar iuran atau membeli tas sekolah, sepeda, meja belajar, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, kita memerlukan perhitungan berdasarkan skala prioritas, yakni memetakan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Pemenuhan kebutuhan primer menjadi prioritas sebelum kebutuhan yang lainnya. Yang perlu kalian ketahui, mengelola pengeluaran tidak selamanya harus berkaitan dengan kegiatan membayar atau membeli sesuatu, tetapi juga termasuk menabung, melakukan investasi, atau memberikan sedekah.

d. Merancang Tabungan (saving)
Sisa dari selisih antara pemasukan dan pengeluaran kebutuhan primer dapat kita alokasikan untuk keperluan lain seperti tabungan, asuransi,dan investasi. Pilihan untuk menabung daripada membeli sesuatu yan gtidak begitu diperlukan adalah hal yang sangat dianjurkan dalam literasi finansial, karena menabung akan memberikan manfaat yang lebih banyak. Menabung juga mengasah kemampuan kita untuk bersabar. Jika tabungan sudah terkumpul, seseorang akan memiliki kemampuan yang cukup untuk membeli sesuatu yang diidamkan secara langsung tanpa harus mencicilnya dengan bunga. Di samping menabung, terdapat juga pilihan untuk melakukan investasi dengan cara menyimpan dana atau modal untuk menghasilkan keuntungan. Penyimpanan dana bisa dilakukan dengan mengonversi uang menjadi benda yang memiliki nilai yang terus meningkat seperti emas atau tanah. Sementara menyimpan modal bisa dilakukan dengan cara membeli saham, membuat deposito, atau mendanai langsung sebuah usaha.

e. Merancang Alokasi Berbagi (Sharing)
Mengalokasikan uang untuk berbagi bisa menjadi pilihan dalam mengelola pengeluaran. Dana berbagi yang wajib menurut hukum adalah dengan membayar pajak negara. Misalnya saat kita berbelanja makanan di restoran,
maka kita akan dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Uang pajak tersebut akan digunakan negara untuk membiayai keperluan negara dalam melayani masyarakat. Di samping pajak, kegiatan berbagi lainnya
tidak diikat oleh hukum, namun biasanya terkait dengan tradisi masyarakat atau ajaran agama. Bentuknya adalah seperti pemberian uang atau dana bantuan dalam berbagai bentuk yang bersifat wajib atau sukarela, seperti
zakat (wajib) dan sedekah (sukarela) dalam ajaran agama Islam.

f. Mengenali Praktik Tidak Baik dan Kejahatan Finansial.
Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya terkait dengan kemampuan literasi finansial adalah mengenali praktik penyalahgunaan keuangan seperti modus atau cara yang sering dilakukan dalam tindakan penipuan atau korupsi. Pemahaman mengenai hal ini penting agar dapat menghindarkan kita untuk menjadi korban atau pelaku dari tindakan penyalahgunaan keuangan yang dapat merugikan orang lain.

Berdasarkan paparan materi di atas apa yang dapat kalian kemukakan. Tuliskan uraian kalian di kolom komentar Blog ini pada Jam pembelajaran IPS hari ini Jum'at, 23 Oktober 2026 Jam 0810 - 09.30. Bagi yang tidak mengerjakan pada Jam yang telah ditentukan maka pada hari itu untuk pembelajaran IPS di anggap tidak hadir dan akan dikenakan pengurangan nilai.






21 komentar:



  1.  

    d. Mengonversi & Menyimpan Modal

    - Mengonversi uang: Menukar uang menjadi benda yang nilainya cenderung naik, contohnya: emas dan tanah.
    - Menyimpan modal: Menempatkan uang agar berkembang, contohnya: membeli saham, deposito bank, atau mendanai langsung sebuah usaha.

     

    e. Merancang Alokasi Berbagi (Sharing)

    - Berbagi yang diatur hukum: Membayar pajak, misalnya PPN 10% saat berbelanja. Uang pajak digunakan negara untuk melayani kebutuhan masyarakat.
    - Berbagi yang bersifat sosial/keagamaan: Tidak diikat hukum negara, namun dianjurkan agama dan adat. Contoh: zakat (wajib bagi yang mampu) dan sedekah (sukarela).

     

    f. Mengenali Praktik Tidak Baik & Kejahatan Finansial

    - Penting untuk mengetahui berbagai bentuk penipuan, penawaran investasi bodong, hingga korupsi.
    - Tujuannya agar kita tidak menjadi korban sekaligus tidak ikut melakukan perbuatan yang merugikan orang lain.

    BalasHapus
  2. URAIAN LITERASI FINANSIAL

    a. Paham Transaksi Ekonomi: Paham alur produksi-distribusi-konsumsi, beda kebutuhan primer/sekunder/tersier, peran uang, bank, dan pembayaran digital (QRIS/e-wallet). Ini bekal dasar atur uang.

    b. Kenali Pemasukan (Earning): Catat dari mana uang datang & jumlahnya. Ada Bruto (gaji kotor sebelum potongan) dan Netto (gaji bersih setelah potongan). Pelajar: uang saku & hasil jualan.

    d. Rancang Tabungan (Saving): Sisa uang jangan dihamburkan, tapi ditabung. Manfaat: latih sabar & bisa beli cash tanpa bunga. Tingkat lanjut: investasi (beli emas/tanah biar naik nilai, atau saham/deposito biar dapat untung).

    e. Alokasi Berbagi (Sharing):
    1. Wajib hukum: Pajak (PPN 10% di restoran) untuk pembangunan negara.
    2. Tradisi/Agama: Zakat (wajib) & sedekah (sukarela).

    f. Waspada Kejahatan Finansial: Kenali modus penipuan online, pinjol ilegal, judol, korupsi. Tujuannya biar tidak jadi korban maupun pelaku.

    Kesimpulan: Orang melek finansial = bukan yang banyak uang, tapi yang bijak mengelolanya.

    BalasHapus
  3. Berdasarkan panduan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang diterbitkan oleh pemerintah, perwujudan literasi finansial bagi pelajar tercermin dalam kemampuan mengaplikasikan konsep keuangan, memahami risiko, dan mengambil keputusan finansial yang bijak demi kesejahteraan masa depan.
    Berikut adalah enam cakupan kemampuan literasi finansial yang dapat dipelajari, dikembangkan, beserta contoh tindakan nyata yang bisa kamu lakukan sebagai pelajar:

    1. Pemahaman tentang Transaksi Ekonomi dan Praktiknya

    Cakupan ini melatih kamu untuk memahami konsep dasar uang, nilai barang, serta proses jual-beli dan jasa keuangan yang ada di sekitarmu.
    • Contoh Tindakan:
    • Mempelajari cara kerja perbankan, seperti fungsi ATM, cara membuka rekening tabungan siswa, atau cara kerja dompet digital.
    • Menghitung kembalian belanja secara mandiri atau membandingkan harga barang di beberapa toko sebelum membeli untuk mendapatkan penawaran terbaik.

    2. Mengenali Pemasukan (Earning)

    Membantu kamu memahami dari mana sumber uang berasal serta menyadari bahwa uang diperoleh melalui usaha, kerja keras, atau kreativitas.
    • Contoh Tindakan:
    • Belajar berwirausaha kecil-kecilan di sekolah (misalnya saat Market Day atau melalui koperasi sekolah) dengan menjual hasil karya atau camilan.
    • Mengelola uang saku pemberian orang tua secara bertanggung jawab dan memahami bahwa alokasi tersebut memiliki batas.

    3. Mengelola Pengeluaran (Spending)

    Melatih kemampuan dalam menyusun skala prioritas, serta membedakan antara kebutuhan pokok (needs) dan keinginan sesaat (wants).
    • Contoh Tindakan:
    • Rutin membuat catatan pengeluaran harian atau mingguan agar uang saku tidak habis sebelum waktunya.
    • Menahan diri dari perilaku konsumtif, seperti tidak tergiur membeli barang-barang trend yang tidak terlalu dibutuhkan.

    4. Merancang Tabungan, Asuransi, dan Investasi (Saving)

    Cakupan ini berfokus pada perencanaan keuangan jangka panjang untuk menjamin keamanan finansial di masa depan, baik melalui tabungan konvensional maupun instrumen investasi sederhana.
    • Contoh Tindakan:
    • Menyisihkan uang saku di awal (bukan sisa pengeluaran) untuk ditabung di celengan atau rekening bank khusus pelajar.
    • Mengenali konsep investasi dasar sejak dini, seperti memahami apa itu reksa dana atau Surat Berharga Negara (SBN) khusus pemula.

    5. Merancang Alokasi Berbagi (Sharing)

    Literasi finansial tidak hanya tentang memperkaya diri sendiri, melainkan juga menumbuhkan empati sosial melalui pengelolaan uang untuk membantu sesama.
    • Contoh Tindakan:
    • Menyisihkan sebagian uang saku secara rutin untuk kotak amal, donasi bencana alam, atau kegiatan sosial di sekolah.
    • Berbagi makanan atau membantu membelikan alat tulis bagi teman sekolah yang membutuhkan.

    6. Mengenali Praktik Tidak Baik dan Kejahatan Finansial

    Cakupan ini sangat krusial di era digital untuk melindungi diri dari berbagai modus penipuan berbasis keuangan yang menyasar generasi muda.
    • Contoh Tindakan:
    • Menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti PIN bank, password akun keuangan, dan kode OTP dari siapapun.
    • Menjauhi godaan judi online (judol), aplikasi pinjaman online ilegal (pinjol), maupun tawaran investasi bodong yang menjanjikan keuntungan instan tak masuk akal.

    BalasHapus

  4. 1\. Perwujudan literasi finansial adalah kemampuan memahami dan mengelola uang dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan keuangan.

    2\. Contoh penerapan literasi finansial:

    * Menabung secara rutin.

    * Membuat daftar kebutuhan dan keinginan.

    * Mengatur uang saku dengan bijak.

    * Membiasakan hidup hemat.

    * Memahami cara menggunakan uang dan alat pembayaran.

    * Menghindari perilaku boros dan berutang sembarangan.

    BalasHapus
  5. Perwujudan literasi finansial menurut Gerakan Literasi Nasional ada dalam 6 cakupan, yaitu:

    a. Memiliki Pemahaman tentang Transaksi Ekonomi: Memahami dasar kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi, konsumsi, jenis kebutuhan primer-sekunder-tersier, peran uang, lembaga keuangan, serta alat pembayaran modern dan pengaruh teknologi terhadap perdagangan.

    b. Mengenali Pemasukan (Earning): Mengenali sumber dan jumlah pemasukan. Untuk orang bekerja ada penghasilan kotor (belum dipotong pajak, asuransi) dan bersih (sudah dipotong). Sebagai pelajar, pemasukan adalah uang saku dari orang tua atau hasil kerja sambilan yang harus dicatat jumlahnya.

    c. Mengelola Pengeluaran (Spending): Mengelola pengeluaran dengan membuat anggaran belanja agar sesuai kebutuhan dan kemampuan. Membedakan pengeluaran jangka pendek (ongkos, jajan harian) dan jangka panjang (beli tas sekolah, sepeda). Harus menggunakan skala prioritas yaitu mendahulukan kebutuhan primer.

    d. Merancang Tabungan (Saving): Menyisihkan sisa pemasukan setelah kebutuhan primer untuk ditabung. Menabung sangat dianjurkan karena melatih kesabaran dan agar bisa membeli barang impian tanpa berhutang dengan bunga. Bentuk lainnya adalah investasi dengan mengubah uang menjadi emas, tanah, saham, deposito, atau mendanai usaha.

    e. Merancang Alokasi Berbagi (Sharing): Mengalokasikan uang untuk berbagi. Berbagi yang wajib menurut hukum adalah membayar pajak negara seperti PPN 10% saat belanja di restoran. Selain itu berbagi yang terkait tradisi dan agama seperti zakat (wajib) dan sedekah (sukarela).

    f. Mengenali Praktik Tidak Baik dan Kejahatan Finansial: Mengenali modus penipuan dan korupsi. Hal ini penting agar kita tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan keuangan yang merugikan orang lain.

    BalasHapus
  6. Fadhlika Aulia adzari22 Oktober 2026 pukul 18.02

    Berikut uraiannya:

     

    Literasi finansial itu mencakup 6 hal utama:

    a. Memahami Transaksi Ekonomi
    Kita paham dasar ekonomi seperti produksi, distribusi, konsumsi, jenis kebutuhan, fungsi uang, dan cara pembayaran. Ini jadi bekal dasar mengelola keuangan.

    b. Mengenali Penghasilan
    Kita tahu dari mana uang berasal dan berapa jumlahnya. Paham selisih penghasilan kotor dan bersih, supaya bisa mengelolanya dengan benar.

    c. Mengelola Pengeluaran
    Kita membuat anggaran belanja, membedakan kebutuhan jangka pendek dan panjang, lalu mendahulukan yang paling penting. Termasuk juga menabung dan bersedekah.

    d. Merencanakan Tabungan
    Sisa uang disisihkan untuk ditabung atau diinvestasikan. Ini bermanfaat supaya kita siap biaya mendadak dan tidak berutang nantinya.

    e. Berbagi dengan Sesama
    Kita juga mengalokasikan uang untuk hal sosial, seperti membayar pajak, zakat, atau sedekah. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama.

    f. Waspada Kejahatan Keuangan
    Kita kenali modus penipuan dan penyalahgunaan uang. Tujuannya supaya kita tidak jadi korban dan tidak ikut merugikan orang lain.

     

    BalasHapus
  7. Secara umum, perwujudan literasi finansial adalah kemampuan seseorang untuk memahami hal‑hal yang berkaitan dengan keuangan, lalu menggunakannya untuk mengelola uang dengan bijak dalam kehidupan sehari‑hari. Kemampuan ini mencakup enam bagian utama, yaitu memahami transaksi ekonomi, mengenali pemasukan, mengelola pengeluaran, merancang tabungan, merancang alokasi berbagi, serta mengenali kejahatan finansial.

    Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan literasi finansial dengan cara‑cara berikut. Pertama, kita mempelajari pengetahuan dasar ekonomi, misalnya memahami perbedaan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, serta cara kerja alat pembayaran modern. Kedua, kita mencatat jumlah uang saku yang kita terima setiap minggu, sehingga tahu berapa pemasukan yang kita miliki. Ketiga, kita membuat rencana anggaran belanja, yaitu mendahulukan kebutuhan utama seperti uang untuk buku dan ongkos sekolah sebelum membeli barang yang hanya untuk kesenangan. Keempat, kita menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, bukan dihabiskan sekaligus. Tabungan itu bisa dipakai untuk kebutuhan mendadak atau membeli barang yang kita inginkan tanpa harus berutang. Kelima, kita menyisihkan sedikit uang untuk berbagi, misalnya memberi sedekah atau membantu teman yang membutuhkan. Terakhir, kita selalu berhati‑hati dengan tawaran yang tampak terlalu menguntungkan, agar tidak menjadi korban penipuan keuangan.

    Dengan melakukan hal‑hal tersebut, kita terbiasa mengelola keuangan dengan baik sejak dini, sehingga di masa depan kita dapat menghindari kesulitan keuangan dan menggunakan uang untuk hal‑hal yang bermanfaat.

    Contoh tindakan yang dapat kita lakukan sebagai pelajar:

    1. Mencatat uang saku yang diterima dan membaginya untuk kebutuhan utama terlebih dahulu.
    2. Membuat rencana belanja agar tidak menghabiskan uang untuk barang yang tidak diperlukan.
    3. Menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung setiap hari.
    4. Menyisihkan sedikit uang untuk sedekah atau membantu teman yang membutuhkan.
    5. Berhati‑hati terhadap tawaran yang tampak menguntungkan secara berlebihan agar tidak tertipu.

    BalasHapus
  8. Menurut pendapat saya, literasi finansial adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan dengan baik dan bijak. Literasi finansial sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi pelajar. Contohnya adalah memahami kegiatan ekonomi, mengetahui jumlah uang yang diterima, mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan, membuat anggaran belanja, menyisihkan uang untuk ditabung, serta menyisihkan sebagian uang untuk berbagi kepada orang lain. Selain itu, kita juga harus berhati-hati terhadap penipuan dan penyalahgunaan keuangan. Dengan menerapkan literasi finansial, kita dapat belajar hidup hemat, bertanggung jawab, mandiri, dan mampu menggunakan uang sesuai kebutuhan sehingga masa depan menjadi lebih baik.

    BalasHapus
  9. Ada 6 cakupannya:

    1. Memahami Transaksi Ekonomi
    Paham dasar ekonomi: produksi-distribusi-konsumsi, kebutuhan primer-sekunder-tersier, peran uang, bank, dan alat pembayaran modern (QRIS, e-wallet).

    2. Mengenali Pemasukan (Earning)
    Mencatat dari mana uang berasal dan berapa jumlahnya. Dibedakan menjadi penghasilan kotor (belum potong pajak/cicilan) dan bersih (sudah dipotong). Untuk pelajar, pemasukan dari uang saku orang tua atau kerja sambilan.

    3. Mengelola Pengeluaran (Spending)
    Membuat anggaran belanja sesuai skala prioritas. Dahulukan kebutuhan primer. Dibedakan pengeluaran jangka pendek (ongkos, jajan) dan jangka panjang (tas, sepeda, SPP). Termasuk juga menabung dan sedekah.

    4. Merancang Tabungan (Saving)
    Sisa uang dari pemasukan - pengeluaran primer sebaiknya ditabung, bukan dihamburkan. Manfaatnya bisa beli barang cash tanpa nyicil bunga. Bisa juga investasi dalam bentuk emas, deposito, atau saham.

    5. Merancang Alokasi Berbagi (Sharing)
    Mengalokasikan uang untuk berbagi. Yang wajib menurut hukum adalah pajak (contoh PPN 10% di restoran). Yang menurut agama adalah zakat (wajib) dan sedekah (sukarela).

    6. Mengenali Kejahatan Finansial
    Wajib mengenali modus penipuan, korupsi, pinjol ilegal agar tidak menjadi korban maupun pelaku.

    Kesimpulan: Sebagai pelajar, literasi finansial bisa dimulai dari mencatat uang saku, membuat anggaran, mendahulukan kebutuhan primer, rajin menabung, dan berhati-hati terhadap penipuan keuangan.

    BalasHapus
  10. • a. Pemahaman Transaksi Ekonomi: Menguasai dasar kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi, konsumsi, perbedaan kebutuhan (primer, sekunder, tersier), serta fungsi uang dan lembaga keuangan di era teknologi.
    • b. Mengenali Pemasukan (Earning): Mengetahui sumber dan jumlah pasti uang yang masuk, serta bisa membedakan antara penghasilan kotor (sebelum dipotong pajak, asuransi, atau cicilan) dan penghasilan bersih (yang benar-benar diterima).
    • c. Mengelola Pengeluaran (Spending): Membuat anggaran belanja berdasarkan skala prioritas (mendahulukan kebutuhan primer dibanding keinginan) untuk pengeluaran jangka pendek maupun jangka panjang.
    • d. Merancang Tabungan (Saving) & Investasi: Menyisihkan sisa uang untuk menabung (melatih kesabarandan dana darurat) atau berinvestasi (emas, tanah, saham, deposito) agar nilai aset terus tumbuh.
    • e. Merancang Alokasi Berbagi (Sharing): Menyisihkan sebagian dana untuk berbagi, baik yang bersifat wajib menurut hukum (seperti Pajak Pertambahan Nilai/PPN 10%) maupun yang bersifat sosial/agama (zakat dan sedekah).
    • f. Mengenali Praktik Buruk & Kejahatan Finansial: Mewaspadai berbagai modus penipuan, korupsi, atau penyalahgunaan keuangan agar tidak menjadi korban maupun pelaku.

    BalasHapus
  11. Muhammad abdi alfando.

    Literasi finansial merupakan bekal penting bagi pelajar untuk mempelajari dan mengembangkan kemampuan mengelola keuangan. Terdapat enam cakupan kemampuan utama dalam literasi finansial yang saling berkaitan:

    • a. Memahami Transaksi Ekonomi dan Praktiknya: Mengetahui pengetahuan dasar ekonomi seperti kegiatan pokok (produksi, distribusi, konsumsi), jenis kebutuhan (primer, sekunder, tersier), peran uang, lembaga keuangan, alat pembayaran modern, hingga dampak teknologi pada perdagangan.

    • b. Mengenali Pemasukan (Earning): Memahami rincian dan sumber penghasilan, serta bisa membedakan antara penghasilan kotor (belum dipotong pajak/cicilan) dan penghasilan bersih (uang yang siap dikelola setelah dikurangi potongan).

    • c. Mengelola Pengeluaran (Spending): Mampu membuat anggaran belanja secara konsisten menggunakan skala prioritas untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek (harian) dan kebutuhan jangka panjang.

    • d. Merancang Tabungan (Saving): Mengalokasikan sisa selisih pemasukan setelah kebutuhan primer terpenuhi untuk ditabung demi melatih kesabaran menghindari utang berbunga, atau dikonversi menjadi investasi (emas, tanah, saham, deposito) guna menghasilkan keuntungan.

    • e. Merancang Alokasi Berbagi (Sharing): Menyisihkan sebagian uang untuk berbagi yang bersifat wajib menurut hukum negara (seperti membayar pajak PPN 10%) maupun berbagi berdasarkan ajaran agama/tradisi (seperti zakat dan sedekah).

    f. Mengenali Praktik Tidak Baik dan Kejahatan Finansial: Memiliki pemahaman tentang modus penipuan dan korupsi agar terhindar menjadi korban ataupun pelaku kejahatan finansial yang merugikan orang lain.

    BalasHapus
  12. Apria miftakhussalam22 Oktober 2026 pukul 18.32



    Apa contoh tindakan untuk menerapkan literasi finansial?"

    *Jawaban:*

    Perwujudan literasi finansial adalah kemampuan seseorang dalam memahami dan menerapkan pengetahuan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut arahan pemerintah dalam Gerakan Literasi Nasional,

    *a. Memiliki Pemahaman tentang Transaksi Ekonomi dan Beragam Jenis Praktiknya*
    Artinya kita harus paham dasar-dasar ekonomi.
    Contohnya:
    - Paham kegiatan pokok ekonomi: *produksi, distribusi, konsumsi*
    - Paham jenis kebutuhan: *primer, sekunder, tersier*
    - Paham sistem perdagangan, peran uang dan lembaga keuangan, sistem alat pembayaran modern (cash, transfer, e-wallet, QRIS)
    - Paham dampak teknologi terhadap jual-beli (misal: belanja di Shopee / TikTok Shop)

    Ini jadi bekal utama untuk bisa mengatur uang dengan benar.

    *b. Mengenali Pemasukan (Earning)*
    Artinya kita tahu dari mana uang itu datang dan berapa jumlahnya.
    - Pemasukan adalah sejumlah uang yang didapatkan dalam waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan.
    - Kita harus bisa merinci dari mana saja sumbernya.
    - Bagi orang bekerja, ada 2 jenis:
    1. *Penghasilan Kotor:* uang yang belum dipotong pajak dan keperluan lain
    2. *Penghasilan Bersih:* uang yang sudah dipotong pajak, yang benar-benar diterima

    BalasHapus
  13. Riva Anggrelia Cahyani22 Oktober 2026 pukul 18.37

    Menurut pendapat saya, literasi finansial adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan dengan baik dan bijak. Literasi finansial sangat penting dalam kehidupan sehari-hari agar kita dapat menggunakan uang sesuai kebutuhan, menabung, merencanakan masa depan, serta terhindar dari masalah keuangan. Sebagai pelajar, kita dapat menerapkan literasi finansial melalui enam cara berikut.
    1. Memiliki pemahaman tentang transaksi ekonomi dan beragam jenis praktiknya
    Kita harus memahami kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa, distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang, sedangkan konsumsi adalah kegiatan menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Kita juga perlu memahami fungsi uang, kegiatan perdagangan, lembaga keuangan, serta alat pembayaran modern. Dengan memahami transaksi ekonomi, kita dapat melakukan kegiatan jual beli dengan bijak.
    2. Mengenali pemasukan (Earning)
    Pemasukan adalah sejumlah uang yang diterima dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebagai pelajar, pemasukan dapat berasal dari uang saku orang tua, hadiah, atau hasil kerja sambilan yang sesuai. Kita perlu mengetahui jumlah uang yang diterima agar dapat mengatur penggunaannya dengan baik. Dengan mengenali pemasukan, kita bisa membedakan uang yang boleh digunakan dan uang yang sebaiknya ditabung.
    3. Mengelola pengeluaran (Spending)
    Mengelola pengeluaran berarti menggunakan uang sesuai kebutuhan dan kemampuan. Kita perlu membuat anggaran belanja agar uang tidak habis untuk hal-hal yang kurang penting. Kebutuhan harus diprioritaskan berdasarkan tingkat kepentingannya, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Contohnya, membeli makanan dan perlengkapan sekolah harus didahulukan daripada membeli barang yang hanya diinginkan. Dengan mengelola pengeluaran, kita dapat hidup hemat dan tidak boros.
    4. Merancang tabungan (Saving)
    Menabung adalah menyisihkan sebagian uang untuk digunakan pada masa depan. Sebagai pelajar, kita dapat menyisihkan sebagian uang saku setiap hari atau setiap minggu. Uang tabungan dapat digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, memenuhi kebutuhan mendadak, atau mencapai tujuan tertentu. Menabung juga melatih kita untuk disiplin, sabar, dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang. Selain menabung, kita juga perlu mengenal investasi dengan memahami manfaat dan risikonya.
    5. Merancang alokasi berbagi (Sharing)
    Selain digunakan untuk kebutuhan pribadi dan ditabung, uang juga dapat dialokasikan untuk membantu orang lain. Contohnya adalah memberikan sedekah, membantu teman yang membutuhkan, menyumbang kepada korban bencana, serta membayar zakat bagi yang wajib. Kita juga perlu memahami bahwa pajak digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan negara dan pelayanan masyarakat. Dengan berbagi, kita dapat menumbuhkan rasa peduli, tanggung jawab, dan kepedulian sosial terhadap sesama.
    6. Mengenali praktik tidak baik dan kejahatan finansial
    Kita harus mengetahui berbagai bentuk penyalahgunaan keuangan, seperti penipuan, pencurian uang, korupsi, dan tawaran investasi palsu. Kita perlu berhati-hati ketika menerima pesan yang meminta uang atau data pribadi. Jangan mudah percaya kepada orang yang menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko. Kita juga harus menjaga kerahasiaan kata sandi dan PIN serta tidak memberikan kode OTP kepada orang lain. Dengan memahami kejahatan finansial, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang lain dari kerugian.

    Kesimpulan:
    Literasi finansial sangat penting untuk diterapkan sejak dini, termasuk oleh pelajar. Dengan memahami transaksi ekonomi, mengenali pemasukan, mengelola pengeluaran, merancang tabungan, mengalokasikan uang untuk berbagi, serta mengenali kejahatan finansial, kita dapat menjadi lebih bijak dalam mengatur keuangan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri hidup hemat, disiplin, jujur, rajin menabung, dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang agar masa depan menjadi lebih baik.

    BalasHapus
  14. Berdasarkan panduan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang diterbitkan oleh pemerintah, perwujudan literasi finansial bagi pelajar tercermin dalam kemampuan mengaplikasikan konsep keuangan, memahami risiko, dan mengambil keputusan finansial yang bijak demi kesejahteraan masa depan.
    Berikut adalah enam cakupan kemampuan literasi finansial yang dapat dipelajari, dikembangkan, beserta contoh tindakan nyata yang bisa kamu lakukan sebagai pelajar:

    • a. Memahami Transaksi Ekonomi dan Praktiknya: Mengetahui pengetahuan dasar ekonomi seperti kegiatan pokok (produksi, distribusi, konsumsi), jenis kebutuhan (primer, sekunder, tersier), peran uang, lembaga keuangan, alat pembayaran modern, hingga dampak teknologi pada perdagangan.

    • b. Mengenali Pemasukan (Earning): Memahami rincian dan sumber penghasilan, serta bisa membedakan antara penghasilan kotor (belum dipotong pajak/cicilan) dan penghasilan bersih (uang yang siap dikelola setelah dikurangi potongan).

    • c. Mengelola Pengeluaran (Spending): Mampu membuat anggaran belanja secara konsisten menggunakan skala prioritas untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek (harian) dan kebutuhan jangka panjang.

    • d. Merancang Tabungan (Saving) & Investasi: Menyisihkan sisa uang untuk menabung (melatih kesabarandan dana darurat) atau berinvestasi (emas, tanah, saham, deposito) agar nilai aset terus tumbuh.

    • e. Merancang Alokasi Berbagi (Sharing): Menyisihkan sebagian dana untuk berbagi, baik yang bersifat wajib menurut hukum (seperti Pajak Pertambahan Nilai/PPN 10%) maupun yang bersifat sosial/agama (zakat dan sedekah).

    • f. Mengenali Praktik Buruk & Kejahatan Finansial: Mewaspadai berbagai modus penipuan, korupsi, atau penyalahgunaan keuangan agar tidak menjadi korban maupun pelaku.

    BalasHapus
  15. Berdasarkan panduan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang diterbitkan oleh pemerintah, perwujudan literasi finansial bagi pelajar tercermin dalam kemampuan mengaplikasikan konsep keuangan, memahami risiko, dan mengambil keputusan finansial yang bijak demi kesejahteraan masa depan.
    Berikut adalah enam cakupan kemampuan literasi finansial yang dapat dipelajari, dikembangkan, beserta contoh tindakan nyata yang bisa kamu lakukan sebagai pelajar:

    1. Pemahaman tentang Transaksi Ekonomi dan Praktiknya

    Cakupan ini melatih kamu untuk memahami konsep dasar uang, nilai barang, serta proses jual-beli dan jasa keuangan yang ada di sekitarmu.
    • Contoh Tindakan:
    • Mempelajari cara kerja perbankan, seperti fungsi ATM, cara membuka rekening tabungan siswa, atau cara kerja dompet digital.
    • Menghitung kembalian belanja secara mandiri atau membandingkan harga barang di beberapa toko sebelum membeli untuk mendapatkan penawaran terbaik.

    2. Mengenali Pemasukan (Earning)

    Membantu kamu memahami dari mana sumber uang berasal serta menyadari bahwa uang diperoleh melalui usaha, kerja keras, atau kreativitas.
    • Contoh Tindakan:
    • Belajar berwirausaha kecil-kecilan di sekolah (misalnya saat Market Day atau melalui koperasi sekolah) dengan menjual hasil karya atau camilan.
    • Mengelola uang saku pemberian orang tua secara bertanggung jawab dan memahami bahwa alokasi tersebut memiliki batas.

    BalasHapus
  16. URAIAN LITERASI FINANSIAL

    A. Memiliki pemahaman tentang transaksi ekonomi dan beragam jenis praktiknya
    memahami kegiatan pokok ekonomi ( produksi-distribusi-konsumsi ), Jenis-jenis kebutuhan ( primer-sekimder-tresier ), sistem perdagangan, peran uang dan lembaga keuangan, sistem dan alat pembayaran modern hingga dampak perkembangan teknologi terhadap transaksi perdagangan.

    B. Mengenali pemasukan (Earning)
    Pemasukan atau penghasilan adalah sejumlah uang yang didalam dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penghasilam kotor adalah penghasilan yang dipotong seperti pajak, asuransi dan sebagainya. Sementara penghasilan bersih adalah penghasilan yang diterima setelah dikurangi potongan potongan tersebut.

    C. Mengelola pengeluaran (Spending)
    Pengeluaran jangka pendek adalah pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan satu atau beberapa hari seperti membayar ongkos kendaraan umum atau membeli makan siang,. Sementara pengeluaran jangka panjang adalah pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu yang lama seperti membayar iuran, membeli tas sekolah, sepeda dan lain sebagainya. Dalam hal ini, kita memerlukan perhitungan berdasarkan skala prioritas, yakni memetakan kebutuhan primer, sekunder, dan tresier. Pemenuhan kebutuhan primer menjadi prioritas sebelum memenuhi kebutuhan lainnya.

    D. Merancang tabungan (saving)
    sisa dari selisih antara pemasukan dan pengeluaran kebutuhan primer daapt di alokasikan untuk keperluan lain seperti tabungan, asuransi dan investasi. Pilihan menabung sangat dianjurkan dalam literasi finansial karena memberi manfaat yang lebih banyak.

    E. Merancang Alokasi berbagi (Sharing)
    Dana berbagi yang wajib menurut hukum adalah membayar pajak negara. Uang pajak tersebut akan digunakan neraga untuk membiayai kebutuhan negara dalam melayani masyarakat. Ada yang tidak terkait dengan hukum yaitu berkaitan dengan ajaran agama seperti zakat (wajib) dan sedekah (sukarela) dalam ajaran agama islam.

    F. Mengenali praktik tidak baik dan kejahatan finansial
    Mengenali praktik penyalahgunaan keuangan seperti modus atau cara yang sering dilakukan dalam tindakan penipuan atau korupsi. hal ini penting agar menghindarkan kita untuk menjadi korban atau pelaku dari penyalahgunaan keuangan yang dapat merugikan orang lain

    BalasHapus
  17. Menurut saya, literasi finansial adalah kemampuan memahami dan mengelola uang dengan baik dan bijak. Literasi finansial sangat penting agar kita dapat memenuhi kebutuhan dan menggunakan uang secara bertanggung jawab.

    Sebagai pelajar, saya dapat menerapkan literasi finansial dengan cara:
    1. Memahami transaksi ekonomi, yaitu mengetahui kegiatan jual beli dan penggunaan uang.
    2. Mengenali pemasukan, yaitu mengetahui jumlah uang saku yang diberikan orang tua.
    3. Mengelola pengeluaran, yaitu menggunakan uang untuk kebutuhan yang lebih penting dan mengurangi pembelian barang yang tidak diperlukan.
    4. Menabung, yaitu menyisihkan sebagian uang saku untuk kebutuhan di masa depan.
    5. Berbagi, yaitu menyisihkan uang untuk bersedekah atau membantu orang yang membutuhkan.
    6. Menghindari kejahatan finansial, yaitu berhati-hati terhadap penipuan dan tidak menyalahgunakan uang.

    Dengan menerapkan literasi finansial, saya dapat belajar hidup hemat, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan sejak dini.

    BalasHapus
  18. AQIILAH JIHAN QONITA
    menurut saya Literasi finansial (atau literasi keuangan) adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap serta perilaku seseorang agar mampu mengambil keputusan dan mengelola keuangan secara efektif demi mencapai kesejahteraan
    • Prioritas Kebutuhan vs. Keinginan: Mengelola keuangan harus dimulai dengan mendahulukan kebutuhan primer (seperti makan, pakaian, dan tempat tinggal) sebelum memenuhi keinginan yang sifatnya konsumtif.
    • Kecerdasan Menabung dan Berinvestasi: Menyisihkan sisa pendapatan untuk tabungan atau investasi (emas, tanah, saham, deposito) melatih kedisiplinan dan kesabaran, serta menghindarkan kita dari kebiasaan berhutang atau membeli barang secara cicilan berbunga.
    • Kesadaran Sosial dan Kewajiban (Sharing): Berbagi melalui kewajiban hukum (seperti membayar PPN 10%) maupun kewajiban/anjuran agama dan sosial (seperti zakat dan sedekah) merupakan bentuk kontribusi nyata dalam melayani dan membangun masyarakat.
    • Benteng dari Kejahatan Finansial: Memahami celah penipuan dan praktik korupsi sangat penting agar kita tidak menjadi korban manipulasi finansial maupun pelaku yang merugikan orang

    BalasHapus
  19. ALIFATUL JIHAN ULYA22 Oktober 2026 pukul 21.10

    Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perwujudan literasi finansial bagi pelajar dibagi ke dalam enam cakupan kemampuan finansial.

    Berikut adalah kelanjutan dari enam cakupan tersebut beserta contoh tindakan nyata yang bisa dilakukan oleh pelajar dalam kehidupan sehari-hari:

    6 Cakupan Kemampuan Literasi Finansial Pelajar

    a. Pemahaman tentang Transaksi Ekonomi dan Beragam Jenis PraktiknyaPenjelasan: Memahami konsep dasar ekonomi seperti produksi, distribusi, konsumsi, membedakan kebutuhan (primer, sekunder, tersier), serta cara kerja uang, lembaga keuangan, dan alat pembayaran modern (seperti QRIS atau dompet digital).Contoh Tindakan: Terbiasa bertransaksi menggunakan e-wallet secara bijak dan mampu menghitung kembalian atau biaya admin dengan benar saat berbelanja di kantin.

    b. Pemahaman tentang Jenis Penghasilan (Earning)Penjelasan: Mengetahui dari mana sumber uang berasal dan membedakan antara pendapatan kotor serta pendapatan bersih.Contoh Tindakan: Mencatat secara rinci sumber uang saku (apakah dari orang tua, hadiah, atau hasil usaha sampingan seperti menjual stiker/kerajinan di sekolah).

    c. Pemahaman tentang Mengelola Pengeluaran (Mengelola Anggaran/Spending)Penjelasan: Kemampuan menyusun rencana anggaran agar pengeluaran tidak lebih besar daripada pemasukan serta mampu mengendalikan diri dari perilaku konsumtif.Contoh Tindakan: Membuat skala prioritas belanja mingguan dan menolak membeli barang hanya karena mengikuti tren (FOMO).

    d. Pemahaman tentang Menyisihkan Uang (Saving and Investing)Penjelasan: Kesadaran untuk tidak menghabiskan seluruh uang yang dimiliki, melainkan menyimpannya untuk masa depan atau memutarnya agar bernilai lebih.Contoh Tindakan: Menyisihkan uang saku di awal bulan untuk dimasukkan ke tabungan siswa (SimPel) atau celengan, bukan menabung dari uang sisa.

    e. Pemahaman tentang Mengelola Risiko dan Dana Darurat (Protect)Penjelasan: Mengetahui bahwa masa depan memiliki ketidakpastian finansial dan memahami pentingnya perlindungan terhadap aset atau kesehatan.Contoh Tindakan: Menyimpan sebagian kecil uang saku khusus untuk "dana darurat" (misalnya untuk ongkos pulang jika ban sepeda bocor atau membeli obat saat sakit ringan).

    f. Pemahaman tentang Hak dan Kewajiban Konsumen serta Regulasi Keuangan (Sharing/Borrowing/Consumer Rights)Penjelasan: Menjadi konsumen yang kritis, memahami bahaya utang yang tidak produktif, serta tahu cara melindungi diri dari penipuan keuangan.Contoh Tindakan: Berani menolak ajakan teman untuk menggunakan fitur Paylater atau pinjaman online demi membeli barang konsumtif, serta kritis memeriksa keaslian toko saat belanja online.

    BalasHapus
  20. Literasi finansial adalah kemampuan memahami dan mengelola keuangan dengan bijak, yang terwujud dalam 6 cakupan:

     

    a. Memahami Transaksi Ekonomi

    Mengerti dasar kegiatan ekonomi (produksi-distribusi-konsumsi), jenis kebutuhan, fungsi uang, lembaga keuangan, serta alat pembayaran modern.

    b. Mengenali Pemasukan

    Mengetahui dari mana uang berasal dan jumlahnya. Bagi pelajar, ini berarti menyadari jumlah uang saku dari orang tua atau hasil kerja sambilan.

    c. Mengelola Pengeluaran

    Membuat anggaran belanja, membedakan kebutuhan jangka pendek & panjang, dan membelanjakan uang berdasarkan skala prioritas (primer → sekunder → tersier).

    d. Merancang Tabungan

    Menyisihkan sisa uang untuk ditabung atau diinvestasikan, daripada dipakai untuk hal yang tidak penting. Melatih kesabaran dan kesiapan di masa depan.

    e. Merancang Alokasi Berbagi

    Menyisihkan dana untuk berbagi, seperti membayar pajak, zakat, dan sedekah sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

    f. Menghindari Kejahatan Finansial

    Mengenali praktik penipuan dan penyalahgunaan keuangan agar tidak menjadi korban maupun pelaku.

    BalasHapus
  21. Luthifa maulida zahra24 Oktober 2026 pukul 06.18

    Literasi finansial itu mencakup 6 hal utama:

    a. Memahami Transaksi Ekonomi
    Kita paham dasar ekonomi seperti produksi, distribusi, konsumsi, jenis kebutuhan, fungsi uang, dan cara pembayaran. Ini jadi bekal dasar mengelola keuangan.

    b. Mengenali Penghasilan
    Kita tahu dari mana uang berasal dan berapa jumlahnya. Paham selisih penghasilan kotor dan bersih, supaya bisa mengelolanya dengan benar.

    c. Mengelola Pengeluaran
    Kita membuat anggaran belanja, membedakan kebutuhan jangka pendek dan panjang, lalu mendahulukan yang paling penting. Termasuk juga menabung dan bersedekah.

    d. Merencanakan Tabungan
    Sisa uang disisihkan untuk ditabung atau diinvestasikan. Ini bermanfaat supaya kita siap biaya mendadak dan tidak berutang nantinya.

    e. Berbagi dengan Sesama
    Kita juga mengalokasikan uang untuk hal sosial, seperti membayar pajak, zakat, atau sedekah. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama.

    f. Waspada Kejahatan Keuangan
    Kita kenali modus penipuan dan penyalahgunaan uang. Tujuannya supaya kita tidak jadi korban dan tidak ikut merugikan orang lain.

    BalasHapus

Designed By Published.. Blogger Templates